Gajian Saya Lebih dari Satu Kali !

Selasa, 10 Maret 2015

Suksesnya Orang-Orang Sukses ala Oriflame dBCN

Pernah dengar nama Nadia Meutia dan Dini Shanti? Pernah baca biografi mereka? Pernah ikutan seminar dan training mereka? Kalau belum yuk kenalan dulu. Karena tanpa kenalan mana kita tahu mereka ini siapa. Dini shanti dan Nadia Meutia merupakan founder dBCN yang sudah berbaik hati memberikan semua kemudahan bagi anggota-anggotanya dengan fasilitas dBC Network. Selama ini, jualan kan lebih banyak ke arah konvensional, dagangin di toko atau ke rumah-rumah. Tapi, kedua orang hebat ini sudah menemukan cara ampuh dalam memudahkan kita (yang pengen banget bisnis dengan cara mudah) berjualan. Tentu saja ga 100 % memudahkan, karena tetep sisanya adalah kerja  keras kita dalam mewujudkannya.

Disini saya suguhkan beberapa kisah yang saya comot (asli copas) dari blognya kisahsuksesoriflame.blogspot.com 

Mimpi Saya dan d'BC Network by Dini Shanti (Founder & Sapphire Director)

Berbagai bisnis internet sudah saya coba...
mulai dari adsense, jualan link, affiliate marketing, clickbank, bikin produk, ini, itu, kayaknya sih dah semua ya mulai dari yang puluhan ribu rupiah sampai dollar2 an hehe

Tapi...
hik terharu...
baru di bisnis ini, di d'BC Network dan Oriflame
saya berhasil membantu banyak orang untuk menggapai impian mereka

Mbak Erna yang nyusul temen2 lain dan resign bulan lalu
Mbak Yenny yang beli rumah
Dik Dina yang beli mobil
dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya sebutkan satu per satu...

Buat saya sendiri...
Dari bisnis2 yang lain sudah cukup menyenangkan hasilnya .. untuk saya pribadi...
Maka sejak tahun 2009, mimpi saya adalah: membantu lebih banyak lagi orang2 untuk menggapai impian mereka...

Bukan hanya jaringan saya, tapi d'BC Network secara keseluruhan...
ini juga kenapa akhirnya saya keluar dari 'comfort zone' saya...

Yang tadinya tiap hari di rumah dasteran.. sekarang udah mulai sering datang ke sana ke sini ketemu temen2 yang mau mendengar cerita saya...
Saya ingin membagi ilmu saya agar lebih banyak lagi teman2 bisa menggapai impiannya...

Jadi ya temen2, jangan lupa laporan ya kalau ada impian nya yang tercapai bersama d'BC Network :)

Hari ini saya di recognisi Sapphire Director
cash award 28 juta... slurrpp emang hihi
tapi yang bikin terharu adalah ketika melihat teman2 lain naik panggung dan mendapatkan cash award...

Terima kasih banyak buat Nadia... my lovely partner...
Yang sudah dengan sabar merayu saya untuk turun gunung dan membagi ilmu :D
Yang sudah hand in hand, heart to heart, membimbing d'BC Network...

Terima kasih banyak buat firstline2 dan jaringannya...
Mimi, my lovely cousin, VA, best friend, what can I do without you?
Dhea, hu hu hu, you made me cry... thanks for remembering.. history maker ? hu hu thank youuu
mbak Yen, ma kasih banyak buat sharing2 nya selama ini...
Dina B, ah eloooo kenapa pake nangis tadiiii??? hu hu we did it yaaa...
Dina T, my beautiful sister, ma kasih buat design2 kerennya....
Kris, ini dia nih, yang awalnya penuh negatif, tapi sekarang malah kebalik, dia yang nyetrumin energi positif ke gue ampir tiap hari... you go Kris!

Ma kasih buat Sharah, ketum d'BC Network dan semua pengurus d'BC Network atas kerja samanya membantu banyak orang di bisnis ini...

Ma kasih buat semua jaringan saya yang hebat2, buat cross line yang ga pelit sharing ilmu, buat d'BC Network yang dahsyat banget... terima kasih buat kuenyaaaaa... dan tentunya buat Oriflame for this wonderfull opportunity...

Ga lupa juga terima kasih buat Gita, Richard, mas Iwan yang siap direcokin dan menerima cemberutan2 ku hihi

Ma kasih buat para nanny 911 yang siap di panggil untuk jagain adik2nya: Cocobi, Laras, Wilem, Nada

Last but not least...
Terima kasih buat my Wahyu and Raissa.. ma kasihhhhh banget udah ngertiin kalau ibunya sekarang mulai sering pergi2 hihi...

btw, Raissa yang beberapa bulan lalu nangis karena ga sempet ikut naik panggung, she's a bigger girl now, merasa ga perlu ikut naik panggung, tapi nangisnya tetep hihi... terharu ngeliat ibu nya katanya hu hu hu love you love you love you....

Buruan 16 tahun ya nak, jadi ilmu2 yang kemaren ibu ajarin bisa segera di praktekkan :)

Sabtu, 07 Maret 2015

Antologi ke 2: FACEBOKISME

Heyaa...ini tampilan antologi keduaku. Sebelumnya sudah pernah saya posting nih tentang lolosnya saya dalam penulisan antologi ini. Tapi baru sekarang saya sempat upload bentuk bukunya.

Buku Facebokisme ini berisi tentang beragam tulisan para penghuni facebook di notesnya. Banyak kan notes-notes yang bertebaran di facebook tapi belum sempat terbaca semua. Oleh karena itu, Ilmi Publisher, selaku pihak penyelenggara antologi buku ini menyelenggarakan event penulisan antologi buat para penghuni facebook. Berhubung saya mempunyai beberapa notes facebook, saya pun ikutan. Alhasil, dari sekian banyak orang yang ikut yang pastinya banyak banget yang punya cerita menarik, saya pun terpilih masuk ke dalam 30 besar. Dan ketiga puluh orang ini pun berhak tulisannya untuk dibukukan.

Well...alhamdulillah :)

Antologi Pertamaku: Colorful Of Love



Alhamdulillah antologi Cerpen "Colorful Of Love". Kumpulan cerpen berkisah lika liku cinta. Kisah yang sangat menyentuh yang bisa membuat kita berderai air mata, juga kisah yang membuat kita menanggung iri karena keromatisannya. Namun lebih dari itu, terdapat juga cerpen yang penuh hikmah kehidupan. 

Antologi ini adalah antologi pertamaku. Saat itu saya sedang gemes-gemesnya dikejar waktu, karena proposal skripsi saya sudah mepet sekali. Alhasil, kepala saya pusing minta ampun. Makanya saya mencari pelarian, salah satunya dengan menulis cerpen. Alhamdulillah nasib baik sedang datang, rupanya ada beberapa kawan di facebook juga sedang berniat membuat antologi. Jadi, akhirnya saya dan teman-teman saya ini pun ikutan seleksinya. Yes! Terbit juga. Walau masih jauh dari kata sempurna. Setidaknya ada langkah yang sudah dimulai. Dan yang pasti pusing kepala saya juga hilang.

Tentang Blog dan Penulis

Halo semuanya, perkenalkan dulu ya, saya adalah pemilik blog ini.
Nama saya Mira Febriana, saat ini sedang aktif bekerja di sebuah instansi pemerintah di bidang pelayanan data. Sampai tulisan ini dibuat, saya juga aktif dalam bisnis online yang banyak bentuknya. Namun, tiga bulan terakhir ini saya sedang fokus dalam satu bisnis yang alhamdulillah sudah memberikan banyak manfaat dalam rentang waktu 3 bulan baik dari segi materi maupun perkembangan personal.

Saya yakin, apa yang kita tabur maka itulah yang kita tuai. Karena itulah, isi dari blog ini saya harap mampu memberikan manfaat, hikmah dan informasi yang juga mampu membuat orang yang membacanya bisa ikut dalam 'estafet kebaikan'. Apalagi kalau estafet itu yang bisa meningkatkan taraf kesejahteraan para pembacanya...aamiin. Selain itu, blog ini adalah salah satu tempat untuk saya bercerita dari sekian banyak kegiatan yang terjadi sehari-hari.

Selamat membaca dan mengambil informasi yang bermanfaat dari blog ini. Silahkan berkomentar dengan santun dan kontak saya bila ada yang perlu ditanyakan.

Salam,

Mira Febriana

-Man Jadda, Wajada-


Sabtu, 07 Februari 2015

Seputar Bisnis Oriflame, halal ga sih?

Saya bingung banget awalnya saat memutuskan gabung di bisnis ini. Selama ini bisnis yang saya jalani selalu berdasarkan prinsip ada barang ada uang. Saya mempunyai online shop kecil-kecilan sih, jadi terbiasa jualan kayak di toko kebanyakan. Jadi, sewaktu mau ikutan bisnis MLM seperti Oriflame ini saya sibuknya minta ampun buat nyari apakah bisnis yang saya jalankan ini aman dan halal baik dari segi produk maupun alur bisnisnya. Jadilah saya searching  sana sini .

Untuk menentukan dan memutuskan apakah bisnis MLM itu haram, ada beberapa kriteria yang bisa dipakai sebagai tolok ukurnya. Tidak bisa begitu saja memukul rata bahwa yang namanya bisnis MLM itu pasti haram, karena sistim tiap perusahaan MLM berbeda-beda. Maka dari itu, suatu perusahaan MLM bisa dilihat haram tidaknya dari kriteria dibawah ini:

1. Riba (Transaksi Keuangan Berbasis Bunga)
==> Oriflame memberikan persentase keuntungan yang jelas kepada semua Consultantnya. Oriflame membagikan keuntungan yang diperoleh perusahaan bukan dari bunga, melainkan dari keuntungan penjualan produk nyata kepada konsumen.

2. Gharar (Kontrak yang tidak Lengkap dan Jelas)
==> Kita sebagai Consultant Oriflame, mendapat kontrak yang jelas bahwa keuntungan dari menjalankan bisnis Oriflame adalah dengan diskon langsung yang diperoleh dari Direct Selling (selisih harga katalog dengan harga Consultant). Juga Oriflame memiliki sistem plan yang jelas dalam sistem MLMnya.

3. Penipuan (Tadlis/Ghisy)
==> Oriflame berdiri di Swedia tahun 1967, dan di Indonesia pada tahun 1986. Oriflame merupakan pelopor MLM di Indonesia pada waktu itu. Dan kalau Oriflame pernah melakukan penipuan, pastinya perusahaan ini udah gulung tikar dari dulu. 22 tahun berada di Indonesia merupakan bukti yang cukup bahwa perusahaan ini adalah bonafid dan terpercaya.
4. Perjudian (Maysir atau Transaksi Spekulatif Tinggi yang tidak terkait dengan Produktifitas Riil)
==> Kalo masalah perjudian ini, kayaknya jauh banget ya dari Oriflame. Apalagi transaksi spekulatif yang gak ada produk riil/nyatanya. Di bisnis Oriflame, semuanya jelas, ada produk nyatanya, dan keuntungan didapat oleh Consultant yang BEKERJA, bukan hanya ongkang ongkang kaki aja. Jadi, gak ada tuh unsur spekulasi dan judi di bisnis ini.

5. Kedhaliman dan Eksploitatif (Dzulm)
==> biasanya eksploitasi terjadi pada perusahaan yang menerapkan Money Game/skema piramida. Jadi siapa yang duluan masuk dia yang untung dan yang dibawahnya yang pontang-panting. Kalau di Oriflame, justru siapa yang bekerja paling keras dialah yang akan memetik hasil paling banyak. Oriflame menerapkan suatu sistem plan yang mengatur sampai mana omzet suatu grup berpengaruh pada uplinenya, pada saat leader grup tsb mencapai level tertentu, maka putus jugalah pembagian bonus kepada upline diatasnya. Dan untuk jasa sang upline membangun grup tersebut, upline hanya diberikan passive income yang sudah ditentukan persennya. Jadi, gak ada yang namanya eksploitasi atau kezaliman, semuanya adil, transparan dan jelas.
“IFANCA telah mengeluarkan edaran tentang produk MLM halal dan dibenarkan oleh agama. Dalam edarannya IFANCA mengingatkan umat Islam untuk meneliti dahulu kehalalan suatu bisnis MLM sebelum bergabung ataupun menggunakannya yaitu dengan mengkaji aspek:

1. Marketing Plan-nya, apakah ada unssur skema piramida atau tidak. Kalau ada unsur piamida yaitu distributor yang lebih duluan masuk selalu diuntungkan dengan mengurangi hak distributor belakangan sehingga merugikan down line dibawahnya, maka hukumnya haram.

==> Oriflame tidak menggunakan skema piramida, downline yang paling belakangan bergabung bisa saja lebih sukses daripada uplinenya, semua tergantung kepada usaha masing-masing. Seperti contohnya, Cyntia Venika, Consultant no 1 di Asia bukanlah yang pertama menjalankan bisnis Oriflame tapi ternyata dia sekarang bisa berada di peringkat no 1 Asia dan no 6 di Dunia berkat kerja keras dan usahanya sendiri.

2. Apakah perusahaan MLM, memiliki track record positif dan baik ataukah tiba-tiba muncul dan misterius, apalagi yang banyak kontroversinya. ==> Oriflame sudah ada di Indonesia sejak tahun 1986 dan terbukti memiliki reputasi yang baik. Justru di saat krisis dunia spt sekarang ini dimana banyak perusahaan merumahkan karyawannya, Oriflame malah buka kantor cabang baru di kota Manado dan negara Kenya.

3. Apakah produknya mengandung zat-zat haram ataukah tidak, dan apakah produknya memiliki jaminan untuk dikembalikan atau tidak.

==> Oriflame selalu menggunakan saripati alami dalam pembuatan seluruh produknya. Garansi 100% uang kembali (syarat dan ketentuan berlaku). Oriflame mempunyai Skincare Guide dan Beauty Academy , Buku dan training Pengetahuan Produk. Ibarat minum obat dokter, beberapa produk Oriflame kita perlu ikuti aturan pakai sesuai ‘dosis’ jenis dan kebutuhan kulit. Misalkan Body Cream yang seharusnya dipakai di badan, tapi kita pakai di wajah, terus wajah kita jadi jerawatan, garansi menjadi tidak berlaku.
4. Apabila perusahaan lebih menekankan aspek targeting penghimpunan dana dan menganggap bahwa produk tidak penting ataupun hanya sebagai kedok atau kamuflase, apalagi uang pendaftarannya cukup besar nilainya, maka patut dicurigai sebagai arisan berantai (money game) yang menyerupai judi.
==> bergabung di bisnis Oriflame relatif sangat sangat sangat terjangkau dibanding dengan perusahaan MLM lain, dan hanya mendaftar sebagai Consultant tidak akan menjanjikan apa-apa tanpa kerja keras didalamnya.

5. Apakah perusahaan MLM menjanjikan kaya mendadak tanpa bekerja ataukah tidak demikian..
==> Oriflame tidak pernah menjanjikan akan kaya mendadak tanpa bekerja, sebaliknya, tanpa kerja keras dan usaha di bisnis tidaklah akan berhasil.
Tambahan:
Selain kriteria penilaian di atas perlu diperhatikan pula hal-hal berikut*:

1. Transparansi penjualan dan pembagian bonus serta komisi penjualan, disamping pembukuan yang menyangkut perpajakan dan perkembangan networking atau jaringan dan level, melalui laporan otomatis secara periodik.
==> Oriflame selalu membagikan Activity Report yang dikirim ke rumah (atau bisa di print di kantor cabang setiap saat) yang merupakan laporan aktivitas Consultant bersangkutan secara transparan dan jelas, serta sistem pembagian bonusnya pun jelas. Setiap member akan diberitahu bagaimana cara menghitung performa discount, sangat transparan.

2. Penegasan niat dan tujuan bisnis MLM sebagai sarana penjualan langsung produk barang ataupun jasa yang bermanfaat, dan bukan permainan uang (money game).
==> Oriflame sangat jelas produknya, tidak ada iming-iming apapun di bisnis ini. Produk yang dijual Oriflame pun jelas manfaatnya, untuk merias diri dan merawat tubuh. Sudah saya buktikan sendiri sebagai dokter, manfaat dan efek kosmetik Oriflame pada kulit. Di dalam Islam disebutkan, bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman, jadi memakai produk Oriflame dalam rangka merawat diri dan membersihkan tubuh serta merias diri, jelas manfaatnya. Kalaupun kita gak pake produk Oriflame untuk mandi misalnya, ya pasti kita pake sabun merk lain kan? lebih baik, pake produk Oriflame karena pengeluaran kita terhadap kebutuhan mandi, bisa menjadi passive income kita di kemudian hari
3. Meyakinkan kehalalan produk yang menjadi objek transaksi riil (underlying transaction) dan tidak mendorong kepada kehidupan boros, hedonis, dan membahayakan eksistensi produk domestik terutama MLM produk asing.
==> Oriflame seperti disebutkan diatas, memakai bahan-bahan alami yang terjamin kehalalannya Insya Allah. Pemakaian produk Oriflame hanyalah untuk kebutuhan sehari-hari yang tidak akan menimbulkan keborosan atau hedonis. Masalah keborosan atau hedonis, balik lagi ke manusianya sih kalo menurutku. Semua yang berlebihan tentu tidak baik. Dan walaupun Oriflame merupakan MLM asing, tapi sangat membumi, berada di Indonesia selama 22 tahun, membangun kantor-kantor cabang di seluruh Indonesia, dan membuka lapangan kerja bagi ribuan penduduk lokal. Kemasan dan produksi produk yang sampai saat ini diimpor langsung dari luar, memang sudah keputusan Oriflame. Oriflame belum mempunyai rencana untuk membangun pabrik di Indonesia, ini lebih berkaitan kepada image dari produk Oriflame sendiri dan karakteristik konsumen di Indonesia.
Tidak dapat dipungkiri, bahwa mindset konsumen Indonesia terhadap “produk asing” lebih terapresiasi dibanding produk lokal. Made in Swedia atau Made in Italy lebih terlihat “bonafid” ketimbang Made in Indonesia . Tentu saja bukan berarti Oriflame tidak menghargai produk lokal, hanya saja keputusan ini dipertimbangkan untuk kelangsungan bisnis dari ratusan ribu Consultantnya di Indonesia.
4. Tidak adanya excessive mark up (ghubn fakhisy) atas harga produk yang dijuabelikan di atas covering biaya promosi dan marketing konvensional.
==> seperti bisa dilihat di tiap katalog Oriflame bahwa produk yang ditawarkan sangatlah terjangkau. Untuk masalah mark up ini saya tidak bisa menjawab banyak karena ini merupakan wilayah staff Oriflame untuk menjawabnya. Tapi, bisa dilihat secara logika apakah barang/produk yang dijual sesuai dengan harganya atau tidak. Bagi saya, semahal-mahalnya produk Oriflame, tetap murah untuk ukuran barang IMPOR. Bandingkan saja dengan produk sejenis di mall-mall

5. Harga barang dan bonus (komisi) penjualan diketahui secara jelas sejak awal dan dipastikan kebenarannya saat transaksi.
==> Oriflame menerbitkan Consultant Price List untuk setiap bulannya, dan jika seorang Consultant melakukan belanja/order, akan diberikan Invoice yang memuat detil-detil transaksinya secara transparan dan jelas.

6. Tidak adanya eksploitasi pada jenjang manapun antar distributor ataupun antara produsen dan distributor, terutama dalam pembagian bonus yang merupakan cerminan hasil usaha masing-masing anggota.”
==> Sudah disebutkan diatas kalau di bisnis Oriflame tidak ada eksploitasi, tiap-tiap Consultant memiliki peluang yang SAMA untuk berkembang dan menjadi sukses. Semua tergantung dari usaha dan kerja keras dari Consultant yang bersangkutan.

Semua pencarian ini memang harus saya lakukan karena apapun yang nantinya saya makan akan menjadi daging dalam tubuh saya. Tentunya rizki akan datang dari arah manapun selama kita berusaha, tapi untuk mencari rizki itu harus juga berhati-hati. Semoga bisnis yang jelas akan diridhoi Allah dan membawa keberkahan. Aamiin.
Sumber :

Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS)

Musim ujian sudah di depan mata. Biasanya waktu saya kuliah dulu, saya sedang sibuk-sibuknya ni mempersiapkan semua bahan untuk ujian. Bukan satu tapi beberapa bahan. Ujian saya sendiri dan ujian anak les yang kebetulan berada di tingkat paling akhir di sekolahnya. Sibuk? Tentu saja. Bahkan saya hampir tak akan bisa melupakan gimana larutnya saya pulang ke kosan setelah pulang kuliah dilanjutkan dengan les privat. Capek? Jangan ditanya. TAPIIIIII....saya sangat puas. Setidaknya semua rasa capek itu akan terbayarkan dengan senyuman orang tua saya sendiri dan senyuman adik privat beserta keluarganya.

Nah, biasanya setiap akan menyambut ujian untuk adik privat saya yang kebetulan di kelas 3 SMA, atau secara kebetulan ketemu dan ngobrol dengan adik-adik yang memang berada di tingkat akhir putih abu, saya pasti sedikit banyak "mamerin" sekolah tinggi yang saat itu sedang saya geluti. Namanya Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS).

Apa sih Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) ?


Sekolah Tinggi Ilmu Statistik (STIS) – semula bernama Akademi Ilmu Statistik (AIS) – merupakan perguruan tinggi kedinasan program D-IV, yang dikelola oleh Badan Pusat Statistik (BPS) sejak tahun 1958. STIS mengemban visi menjadi lembaga pendidikan tinggi kedinasan yang berfungsi untuk mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang statistika dan komputasi statistik dengan mendidik kader yang memiliki kemampuan akademik/profesional. Dengan demikian lulusan STIS merupakan tenaga yang mampu merencanakan dan melaksanakan penelitian, melakukan analisis di bidang sosial-ekonomi serta merencanakan dan mengembangkan sistem informasi.

Kurikulum dibuat sesuai dengan perkembangan ilmu ekonomi, kependudukan, sosial, dan teknologi informasi. Proses dan metode pembelajaran ditekankan pada pengembangan ketrampilan di bidang statistik dan komputasi statistik. STIS mempunyai dua jurusan: Jurusan Statistika – dengan dua bidang peminatan, yaitu Ekonomi dan Sosial Kependudukan – dan Jurusan Komputasi Statistik. Jurusan Statistika menghasilkan tenaga ahli statistik ekonomi serta tenaga ahli statistik sosial-kependudukan, dan Jurusan Komputasi Statistik menghasilkan tenaga ahli komputasi dan sistem informasi.

Kalau masih penasaran kunjungi aja websitenya di www.stis.ac.id

Lulus dari STIS jadi apa?

Jangan ragu kawan! Sebagai satu-satunya sekolah kedinasan yang dinaungi BPS. Setelah lulus pastinya langsung masuk dan bekerja di bawah naungan lembaga non kementrian ini. Dan yang paling asyik adalah saat kita selesai diwisuda itu secara otomatis kita sudah menyandang gelar SST (Sarjana Sains Terapan) plus pangkat golongan IIIa.

Tapi tunggu dulu, semua yang saya sebutkan di atas tentunya ga bakalan bisa didapat hanya dengan bengong di depan laptop sambil main games. We need to taste a bit pain before gain. Jadi, yang namanya belajar tu wajib dan ga bisa dibantah. Kalaupun kamu punya IQ 180, tapi kalau ga belajar sama saja bohong. Lulus sih mungkin saja. Tapi ibaratnya jenderal di medan perang, harus senantiasa waspada dan atur strategi yang memungkinkan dia memenangkan peperangan itu, sematang apapun pengalaman jenderal tersebut, planning and exercise is a must. 


Yeeee...langsung mata belo kan. Syaratnya gampang. Asalkan jurusan IPA, lulus UN, lulus tes masuk STIS, ga pantang menyerah. Semua itu insyaAllah tercapai.

Tapi PNS itu bla...bla...bla..

Ups...buat yang alergi sama bidang pekerjaan satu ini saya sih cuma bisa angkat tangan aja. Bener sih banyak sekali coreng  morengnya sampai sudah ada yang mencap segala bla bla bla PNS dalam hal yang negatif tentunya secara menyeluruh tanpa tedeng aling-aling. Sebenernya sih itu balik lagi sama pribadi kita masing-masing. Mau jadi insan seperti apa kita? 

Ada sebuah cerita tentang tiga buah botol kaca. Botol pertama diisi madu, botol kedua diisi air putih biasa dan botol ketiga diisi dengan air got. Semuanya sama-sama botol kaca tapi mana yang berharga? Tentu saja botol pertama dan kedua. Sedangkan botol ketiga? selain ga bisa digunakan malah jadi biang penyakit. Nah oknum PNS tuh ibarat botol kaca berisi air got. Kita boleh saja sama-sama bertitel PNS, tapi kan isinya berbeda. Kebermanfaatan kita untuk sekitar pun berbeda. So masbro...kita sendirilah yang menentukan akan menjadi PNS seperti apa nantinya. Lagipula, masuk dengan jalur yang bersih insyaAllah kerjanya juga berkah. Dan yang paling penting selama kuliah kita ga cuma menghabiskan uang orang tua. Kalau bisa malah ga minta sama orang tua. Ya ga? ^____^

Jadi Kapan sih Jadwal Tesnya?




Jadi, tunggu apa lagi adik-adik semua. Yuk persiapkan diri dan ikut tesnya kali aja rezekinya di sini :)

Yang Digaji, Yang dikritik, Yang Ikhlas

Beberapa minggu belakangan ini ada obrolan hangat dan seru setiap saya dan teman-teman berkumpul di sabtu sore. Dimana kami biasa bertatap muka setiap minggunya. Topiknya sih ngalor ngidul dan salah satu yang dibahas mengenai aturan ASN (Aparatur Sipil Negara). Kawan saya ini bercerita mengenai wacana penghapusan salah satu tunjangan pegawai negeri yang disayangkan oleh dirinya. Hm....saya sebagai pendengar yang baik (as always...) mencoba menghubungkan dan memilah informasi tersebut. Tentu saja info tersebut belum pasti kebenarannya karena saya sendiri belum membaca isi UU nya. Tapi karena seringkali ada yang nyerempet ini, jadi kepikiran juga sih. Secara saya juga salah satu dari yang kemungkinan besar bakal kena aturan tersebut.

Berkali-kali kawan saya ini menyayangkan aksi yang mungkin nanti terjadi. Nah, karena level saya ini masih bau kencur di ranah kepegawaian dan dalam kondisi sekarang nampaknya aturan tersebut ga terlalu berdampak sama kehidupan saya, jadi saya cuma bisa manggut-manggut galau. Kok galau? Kenapa tidak. Karena saya lebih mengkhawatirkan sebab musabab keluarnya aturan tersebut. Selama ini yang disebut abdi negara kan banyak yang tercoreng moreng karena segelintir (atau mungkin banyak?) oknum. Mungkinkah aturan ini muncul karena ketidakbaikan citra yang ditampilkan oleh para abdi negara ini? Pemalas, penggeretan, ga disiplin, dsb.

Padahal kalau ditilik lebih dalam, dari sekian puluh ribu pegawai negeri di bumi pertiwi ini, pastilah masih ada para pegawai jujur dan bersih yang tidak berhak mendapatkan klaim buruk tersebut.  Contohnya ga jauh-jauh lah ya. Kawan-kawan bisa lihat di video ini bagaimana kawan kantor saya berjuang menunaikan tugasnya.Saya sendiri? Doakan saja kawan semoga saya dapat mengemban amanah ini dengan sangat baik.



Sabtu, 31 Januari 2015

Oriflame itu apa ya?

" Cari kerjaan yang bisa diwariskan dong, mb"
Itulah salah satu kalimat yang masih hangat dalam pikiran saya saat duduk berdampingan dengan seorang mba -mba di penerbangan Jambi-Jakarta. Awalnya percakapan kami selama terbang hanyalah percakapan standar ala teman sepejalanan. Namun entah kenapa tiba-tiba saja topik kami beralih menjadi topik bisnis. Mulai dari dagang, jualan olshop sampai multilevel marketing. Dari situlah nama Oriflame muncul.

Sebenarnya Oriflame sendiri sudah tidak asing di telinga saya. Sejak kuliah saya sudah sering melihat katalog-katalog oriflame bertebaran di bangku kuliah. Bahkan teman sekosan saya menjadi penjualnya. Namun saat itu saya memang tidak tertarik untuk ikutan dagang karena saya sendiri lebih memilih mengajar di tempat les privat untuk menjadi sampingan saya di sela-sela kesibukan kuliah. Selain itu, saya sendiri bukan seorang pesolek sehingga untuk mengkonsumsi barang kecantikan tersebut tidak menjadi sebuah kebutuhan khusus.

Tapi, ketika perjalanan itulah saya tersentak dengan kalimat kerjaan yang bisa diwariskan. Ya, ternyata memang untuk MLM Oriflame ini bisa kita wariskan ke orang lain jika kita mau atau tidak sanggup lagi dalam menjalankan bisnisnya. Sehingga kita ga perlu gulung tikar. Jadilah saya searching mengenai produk-produknya karena ingin tahu seperti apa sih Oriflame itu. Bahkan sebelum bergabung, saya sendiri sibuk mencari status kehalalan produknya. Dan hasilnya alhamdulillah tidak mengecewakan. Produk Oriflame telah dinyatakan halal. Hal ini saya lihat di salah satu pembahasan blognya http://winners-network.com/artikel-oriflame/semua-tentang-oriflame/sertifikat-halal-oriflame/



Sertifikat Halal Oriflame


Untuk produk-produk yang dipasarkan di negara yang berpenduduk para Muslim, termasuk Indonesia yang mayoritasnya adalah muslim, masalah kehalalan suatu merek produk menjadi hal yang patut dipertimbangkan.
Sehingga untuk produk-produk yang mau dipasarkan di Indonesia, pasti perlu diperiksa oleh badan-badan terkait yang memastikan apakah produk-produk itu layak berada di pasaran, apakah produk-produk itu aman dikonsumsi oleh masyarakat, produk-produk Oriflame tentu tidak luput dari pemeriksaan ini.
Seluruh rangkaian produk kosmetik ekslusif Oriflame telah lulus uji di BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan) divisi produk Kosmetik, dengan keluarnya nomor-nomor izin BPOM di setiap produk Oriflame. Bahkan, BPOM telah mengeluarkan izin kehalalan produk-produk Oriflame.
Izin kehalalan produk Oriflame ini disebutkan dalam surat resmi dari Director of Regulatory & Technical Affairs Research & Development Department Oriflame Global dibawah ini :
Review :
Consultant & Pelanggan Oriflame Yang Terhormat,
Saya mengkonfirmasikan bahwa berdasarkan peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor HK.00.05.1.23.3516 tentang “Izin Edar Produk Obat, Obat Tradisional, Kosmetik, Suplemen Makanan dan Makanan yang Bersumber, Mengandung, dari Bahan Tertentu dan atau Mengandung Alkohol” tertanggal 31 Agustus 2009, semua produk Oriflame yang beredar di market Indonesia sudah memenuhi persyaratan dari peraturan ini.
Kosmetik dengan kandungan alkohol: Setiap produk yang mengandung alkohol denat harus memiliki label indikator % di kemasan luar. Alkohol denat dikenal secara meluas sebagai tatanama internasional untuk denatured alcohol.
Kosmetik dengan kandungan spesifik: Adalah kebijakan Oriflame untuk tidak menggunakan kandungan apapun yang diambil dengan cara menyakiti hewan. Produk-produk Oriflame tidak memiliki kandungan di bawah ini:
a. Babi dan anjing.
b. Kematian hewan, termasuk pembunuhan terhadap hewan yang dilakukan tanpa prosedur islam.
c. Hewan dengan taring gigi.
d. Hewan yang menggunakan cakar.
e. Darah dan plasenta dari hewan.
Marina Bishop
Director of Regulatory & CC
Research & cc.
Beberapa hal penting yang diragukan tentang halalnya Produk Oriflame :
  1. Alkohol. Beberapa produk Oriflame mengandung alkohol, seperti parfum dan tonernya. Alkohol dalam parfum digunakan sebagai pelarut sedangkan dalam toner berfungsi untuk menyegarkan kulit dan antibakteri. Jika dikaitkan dengan keharaman khamr, dengan meragukan kehalalan produk Oriflame karena kandungan alkoholnya, maka sebaiknya kita jelaskan pengertian khamr itu sendiri. Khamr adalah zat yang bersifat memabukkan/menghilangkan akal. Dalam minuman keras, dikenali bahwa zat yang bersifat memabukkan itu adalah etanol/etil alkohol atau yang populer disebut dengan alkohol saja. Sebagaimana yang tercantum dalam surat pernyataan di atas, alkohol yang digunakan dalam seluruh produk Oriflame ini alkohol denat, yaitu alkohol yang telah mengalami proses denaturasi. Denaturasi merupakan proses penambahan pada etanol dengan zat lain untuk menghilangkan sifatnya yang memabukkan, sehingga tidak akan disalahgunakan sebagai minuman, melainkan hanya untuk pemakaian luar saja. Karena sifat memabukkan dari etanol ini telah dihilangkan, maka alkohol denat tidak lagi termasuk dalam golongan khamr. Jadi insya Allah halal untuk dipakai ataupun diperjual belikan. Ada baiknya kita lebih memahami jenis-jenis alkohol yang lain, Seperti cetyl alcohol dan sterol alcohol. Karena secara fisik maupun kimia sifatnya sangat berbeda dengan etanol. Mereka ini sebenarnya termasuk asam lemak dan tidak memabukkan.
  2. Zat yang berasal dari hewan yang diharamkan. Oriflame hanya menggunakan bahan dari hewan berupa telur dalam produknya. Selebihnya, produk-produk Oriflame semuanya menggunakan bahan dari tumbuh-tumbuhan yang alami. Oriflame adalah kosmetika berbahan dasar alami dari Swedia. Beberapa kandungan bahan kosmetik Oriflame di antaranya blueberry, horse chesnut, yarrow, bunga iris, kelapa, birch, cloudberry, apel dan lain sebagainya. Anda bisa membaca selengkapnya di bawah ini berikut produk Oriflame yang memiliki bahan tersebut. Selamat membaca dan semoga bermanfaat untuk Anda.
  3. Mengapa Oriflame tidak mendapatkan label halal dari MUI ? Oriflame tidak bisa mendapatkan sertifikat halal dari MUI (Majelis Ulama Indonesia) dikarenakan tidak diproduksi di Indonesia atau tidak ada pabriknya di Indonesia. MUI sendiri sebagai lembaga dari Indonesia hanya mengeluarkan sertifikat halal untuk produk yang diproduksi di Indonesia saja. Sedangkan untuk mengeluarkan sertifikat halal MUI juga harus mengetahui bahan, proses pembuatan, dan lain sebagainya.

Nah, karena sudah ada kejelasan saya pun ga pake ba bi bu lagi. Langsung saya kontak teman SMA yang memang sudah wara wiri di Oriflame sejak lama. Dan sejak saat itu, saya berusaha untuk bisa fight di bisnis ini. InsyaAllah bisa dan aman. Karena sebelum bisa menjual ke orang lain kan kita harus tahu dulu barang tersebut dengan mengkonsumsinya untuk diri sendiri. Dan sampai tulisan ini saya buat, saya sedang mempersiapkan diri untuk klaim hadiah atas kerja keras selama satu minggu terakhir. Sebuah blender tangan Russel Hobbs. Alhamdulillah.

Yang Diberi dan Yang Memotivasi


Pada tau dengan gambar di atas kan? Yup itu semua gantungan kunci alias ganci. Saya sebetulnya bukan penyuka gantungan kunci sih, walaupun itu pernah juga jadi tren saya di sekolah dasar dulu. Satu tas dengan beberapa resleting yang penuh dengan gantungan kunci. Tapi, seiring waktu berjalan ternyata tren ganci ini mungkin saja sudah diganti dengan tren gadget. Haha...secara saya seringkali lihat anak SD sudah lihai pegang tablet atau smartphone. 

Ok. Kembali dengan ganci. Semua yang dipajang di atas itu adalah gantungan kunci oleh-oleh dari saudara dan teman saya yang kebetulan sedang jalan-jalan. Nah, karena belum ditakdirkan untuk bepergian, akhirnya orang-orang yang baik ini memberi saya ganci untuk memotivasi biar saya bisa nyusul mereka dalam berbuat baik (ngasih ganci juga hasil jalan-jalan -red). Karena memang sangat beda loh ternyata kalau cuma cerita jalan-jalan saja tanpa ada yang dibawa. Hiks hiks hiks...apa daya waktu tak terjamah. Saya cuma bisa lihat dari foto kawan dan saudar saya ini di medsos seperti instagram, path dan facebook.  But anyway, saya bersyukur banget karena mereka ga melupakan saya (secara apalah saya ini...hanya pembatas kertas buku loakan hahaha...). Ya, setidaknya ganci-ganci ini adalah bukti motivasi mereka untuk saya agar bisa mengejar mimpi seperti mereka. Aaargh...mari semangat biar bisa ngasih ganci juga ke orang lain. *Setidaknya ini pikiran saya sewaktu diberi ganci. Yup All, hatur nuhun pisan sudah emut sama saya :D

Minggu, 25 Januari 2015

Dorayakiiiiiii

Buat kamu-kamu yang penggemar beratnya doraemon. Pasti ga asing banget sama yang namanya makanan dorayaki. Jujur, sejak dari pertama aku lihat serial kartun dora pas casing badannya masih umur 5 tahunan sampai sekarang (wuaa...undeniable saya selalu suka sama kartun ini). Dorayaki telah menjadi makanan impian saya ^_^. Tambah lagi, ternyata saat kuliah saya pernah tuh dibawain adik tingkat kue si dora ini dan rasanya? AAAAAAAAAAAAAAAAAAA......enyyaaaak banget. Jadi saya bertekad untuk bisa membuat kue yang kata orang Jepang masih masuk dalam wilayahnya wagashi alias snack ringan yang biasa dikonsumsi para nihon-go.

Ok mari kita langsung eksekusi aja resep kue ini ya. Kebetulan setelah melewati beberapa fase kegagalan karena saya ditunjukin resep yang salah, akhirnya berhasil juga nemu resep yang ga mengecewakan. Saya ambil resep ini dari youtube Nutella Recipe

RESEP DORAYAKI ISI COKLAT DAN PISANG




Bahan:
((Pancakes))
2 butir telur
100g tepung terigu
1/2 sendok teh baking powder
50g gula pasir
1 sdm madu
2 sdt air putih biasa
minyak untuk mengoles wajan
((isi))
Tsubu-an (Pasta kacang merah) Kalau di Indonesia bisa beli di Supermarket kalau ada
nutella (coklat hazelnut untuk olesan) dan potongan pisang

Caranya:
((Pancakes))
1. Pecahkan telur di mangkok. Tambah gula dan aduk rata. Tambah madu dan aduk rata.
2. Masukkan tepung dan baking powder bergantian. Campur dengan cepat. *Jangan overmix
3. Lalu tambahkan air hingga lembut. *Jangan overmix
4. Tutup dengan plastic dan masukkan ke dalam kulkas selama 30 menit.
5. Panaskan minyak (sekedar olesan) di atas api kecil. Tuang dua sendok makan adonan pancake nya, masak sampai timbul gelembung di permukaan adonan. Baliklah dengan menggunakan spatula, adan masak sampai warnanya kecoklatan di sisi lainnya.
6. Sementara pancake yang pertama masih panas, tutup dengan plastik agar lembap. Lanjut dengan membuat pancake berikutnya.

((isi))
1. Buatlah sandwich  dengan menangkupkan dua pancake yang diisi tengahnya dengan pasta kacang merah tadi
2. Tekan ujung-ujungnya agar tertutup sempurna
*nutella maupun irisan pisang merupakan kombinasi yang sempurna

Tutup dorayaki agar terjaga kelembapannya


Nah, isinya sih sebenarnya suka -suka kita. Saya aja isinya pakai blueberry kayak foto di atas hehe... Yuk bikin sendiri dorayaki kreasi kita. Lets Chop Chop !

Sabtu, 24 Januari 2015

Setelah lulus UN selanjutnya?

Tentunya pertanyaan ini seringkali hinggap di benak adik-adik yang sedang menempuh bangku sekolah menengah atas. Apalagi dalam triwulan pertama setiap tahunnya, persiapan untuk ujian yang bernama UN (ujian Nasional) seringkali membuat adik-adik ini kalang kabut. Belum lagi selesai kekhawatiran tentang lulus ga nya ujian, muncul lagi pertanyaan baru. Kemana tempat yang tepat untuk melanjutkan sekolah? Kuliah atau kuli-ah alias kerja dulu.

Adik-adik, tahukah kalau kesuksesan itu dimulai dari seberapa rapi kita merencanakan kesuksesan itu sendiri. Begitu juga dengan hal melanjutkan kemana. Kalau ujian nasional saja butuh persiapan yang matang mulai dari les, belajar bareng temen dan belajar tengah malam, maka untuk mempersiapkan jawaban pertanyaan melanjutkan sekolah tadi juga kurang lebih sama. Yuk kita kuis dulu sebentar.

1. Sekarang kamu di Sekolah Menengah atau Kejuruan?
2. Minat apa yang paling besar dalam mata pelajaran sekolahmu?
3. Sudah ada persiapan biaya?
4. Usia saat lulus sekolah nanti berapa tahun? 

Nah loh kok kayak begitu kuisnya?
Ehem...sebetulnya ini yang saya lakukan waktu dulu di bangku sekolah menengah atas. Bertanya pada diri sendiri. Yuk mari kita usut tiap pertanyaan tersebut.

1. Kenapa harus tanya sekolah dimana. Memangnya beda ya?
    Jelas beda. Ketika masuk sekolah menengah atas, maka bekal untuk terjun ke dunia luar masih umum. Skill yang dimiliki pun masih sangat sedikit. Kalaupun ada masih mentah. Contoh: Adakah yang dari sekolah menengah atas dibekali ketrampilan menjahit, merakit mesin, mendesai, mencampur bahan kimia dengan sangat ahli ? Kalau ada, kemungkinan besar ketrampilan tersebut didapatkan dari hasil belajar di luar. Ngeles atau otodidak. Sedangakan di sekolah kejuruan, setidaknya para siswa sudah dijuruskan untuk mendalami sekali ketrampilan dan keahlian yang berkaitan dengan jurusan yang ia ambil. Untuk melangkah ke jenjang selanjutnya (perkuliahan) pun keputusannya akan berbeda. Kalau dari SMA maka ia akan bebas memilih peminatannya masing-masing. Toh dasar untuk memilih masih belum ada, sehingga sah-sah saja jika dari IPA melanjutkan ke jurusan akuntansi. Akan tetapi ini tidak berlaku untuk IPS, karena selama ini IPS tidak diperbolehkan ikut tes SNMPTN dan semacamnya dengan memilih jurusan IPA. Apa sebab? Tentu saja karena mata pelajaran di jurusan IPS pastilah sangat berjauhan jika harus memilih jurusan Kimia, misalnya di tingkat perkuliahan.

2. Minat?
 Semakin tinggi minat pada suatu pelajaran semakin tinggi juga semangat kita untuk mendalami mata pelajaran itu di tingkat perkuliahan. Contoh, saya sangat menyukai biologi maka saya pun bersikeras agar bisa masuk ke jurusan biologi di tes masuk universitas  (walaupun akhirnya saya terdampar di kedinasan hehe...). Tapi tidak menutup kemungkinan juga loh untuk yang tidak menyukai pelajawan tertentu malah masuk ke jurusan yang berkaitan dengan pelajaran tersebut. Contohnya guru fisika SMA saya, pak hien itu ahli banget soal fisika (kelihatan dari keningnya ..hehe peace Pak) padahal waktu di SMA dia benci banget sama yang namanya FI-SI-KA.

3. Biaya
 O ow....ini dia yang sering membuat tengkuk para ortu kita sakit (kecuali buat yang senasib sama Go Jun Pyo di BBF-drama korea) :D. Kadang persiapan sudah optimal, ujian sudah lulus. Eh kita tahu banget kantong ortu kita cekak. Padahal cita-cita pengen jadi dokter. Cita-cita jadi ahli gizi. Haduuh rasanya kok ga tega membebani ortu cuma buat belajar lagi. Maunya tuh bisa segera membantu mereka. Pertarungan batin ini ( halah...) yang mungkin hinggap. Tapi jangan khwatir ada banyak cara untuk dijadikan solusi. Tahukah dik, sekarang ini BEASISWA bertebaran di mana-mana. Asalkan kamu mau tuh blusukan cari info sana sini atau searching di internet. Makanya optimalkan waktu yang ada untuk persiapan dari sekarang. Jangan nongkrong di internet cuma untuk main games online atau update status aja. Yuk tongkrongin situs-situs semacam dikti.go.id, beasiswaku, dll.

Ga cukup itu saja. kalau mau gratisan bisa juga ikut tes sekolah kedinasan. Ga perlu bayar mahal, malah dibayar lagi. Baca Apa Sih Sekolah Ikatan Dinas ?

4. Usia kamu
 Penting banget ni dek. Kalau kamu sudah paham apa yang kamu inginkan dan kamu masih memilih untuk bekerja dulu. Perhatikan usia berapa tahun kamu lulus. kalau sebelumnya pada nge accell (sebutan buat murid-murid yang saking jeniusnya bisa loncat kelas) dan usia lulus kamu masih di bawah usia standar bekerja (18 tahun) maka jangan malah cari jalan cepat untuk merubah usia kamu di ktp (kalo punya....). Karena bekerja lebih awal ada lebih dan kurangnya. Dengan ijazah kamu yang masih hijau begitupun pengalaman kerja kamu yang nihil (kecuali udah mulai jadi entreupreneur sejak kecil), tentu kesiapan dan kesigapan dalam bekerja pun masih kurang. Ingat loh, dunia kerja beda dengan dunia sekolah. Dan sekalinya sudah terjun ke dunia kerja dan mengenal yang namanya UANG. Hm....biasanya otak kita pun mulai malas menerima pelajaran.

Sooooo....renungkan dan putuskan baik-baik langkah apa yang mau diambil. Karena bukan orang lain yang menentukan jalan hidup apa yang mau kamu jalani. Saat semangat sudah mulai runtuh. Ingat! Man Jadda Wa Jada. Barangsiapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil, insyaAllah!

Welcome 2015 ! Welcome New Step !

Alhamdulillah sampai juga di 2015. Apa yang sudah kawan-kawan lakukan? Saya? He he...Yuk mari review bersama karena saya sendiri masih menyisakan ruang kosong yang tak digunakan optimal setahun yang lalu. Tahukah kawan, kalau waktu sekarang berlalu begitu cepat. Baru bangun tidur cuma beberes sebentar eh sudah mau berangkat kerja, baru kerja sebentar eh sudah mau istirahat. Baru mau istirahat eh sudah jam pulang lagi. Waktu bagaikan arus banjir bandang memang. Dan saya masih menjadi salah satu peserta yang keseret arus tersebut. Karena itulah mudah-mudahan apa yang ditulis saat ini menjadi awal baru agar di 2015 segala sesuatu bisa terlaksana dengan baik, agar waktu yang ada termanfaatkan dengan sangat baik. Ingat 5 perkara sebelum 5 perkara. Welcome 2015 !

Minggu, 31 Agustus 2014

PNS, Siapa bilang "duit" melulu?

Loh loh kok saya mau nulis sesuatu seperti ini ya??? Yah...anggap saja sedikit "pelampiasan" atas apa yang pernah saya alami sebelumnya. Dan saat ini, di tengah tumpukan kertas yang ga jelas lagi macamnya saya mencoba untuk sedikit rehat dan mengumpulkan sisa-sisa kesadaran yang sedang berjuang di tengah keloyoan dan "kontroversi hati".

Beberapa bulan yang lalu, ada seorang penghuni kosan baru datang untuk menjadi penduduk tetap selama 4 bulan. Kosan saya yang aman dan tentram ditambah dengan penghuninya yang sangat menjungjung tinggi kebersamaan tentu saja ga bakal nolak. Toh makin banyak yang tinggal makin rame. Ditambah lagi keheterogenan kami akan semakin menambah daya sosialisasi dan keluasan sudut pandang kami *uhuk. Penduduk kosan lama memang sangat majemuk, mulai dari usia, pekerjaan, agama dan pendidikan. Tentu saja semua itu bukan menjadi penghalang kebersamaan kami. Kalau tiba waktunya makan, ya kami duduk bersama. Kalau ada yang kelaparan ya tinggal woro-woro aja pasti ada yang nanggung. Intinya kami ini semua dalah perantau dan sesama perantau pastilah saling menjaga dan memiliki. Ya walaupun tidak semua sih. Tapi saya sangat bersyukur karena dipertemukan dengan orang-orang ini.

Dan marilah kita kembali pada penghuni baru yang notabene masih kawanan sama salah satu penghuni lama kosan kami. Awal berkenalan sih tidak terlalu kentara sifat2 yang di beberapa waktu kemudian membuat kami selalu geleng-geleng kepala. Terlepas dari segala sifat sukuisme, setiap anak dulunya pasti diajarkan untuk bertata krama dengan baik. Jika ketemu orang baru kenal senyumlah sewajarnya, berkelakuanlah sewajarnya dan jangan SKSD (Sok Kenal Sok Dekat) karena ga setiap orang mau menerima sikap kita yang mungkin dianggap terlalu agresif itu. Pokoknya kalau ketemu orang pertama kali kan standarnya 3S (Senyum, Salam dan Sapa) dan yang harus perlu dicatat adalah don't too exaggagerate. Baik dalam bercerita maupun menanggapi cerita.

TAPI...alkisah selang dalam beberapa minggu kemudian, kami para penghuni lama baru menyadari kalau penghuni baru ini terlalu overreacted dan punya gangguan penyakit semua-tentang-diriku yang ga ada habisnya. Belum lagi falsafah gue bener dan loe salah. Haduuuuuh...terganggu dong harmonisasi kosan kami ini. Nah sampailah pada suatu malam ketika kami membahas tentang proses tes penerimaan CPNS yang lagi panas-panasnya di daerah kami. Meluncurlah kata-kata itu, " Kamu tahu ga, ga ada yang bersih dalam PNS. Semua pakai duit "

Karena saya satu-satunya yang berprofesi PNS tentu saja saya sangat tersungging, karena selama ini, baik saya maupun orang pernah saya kenal dan berprofesi sebagai PNS tidak ada tuh yang pakai2 uang pelicin atau apa. Memang selama ini birokrasi terkenal sangat njlimet, mumet dan ga jauh-jauh dari hepeng. Tapi...sekali lagi itu kan ga semuaaa.

 Dalam bahasa Indonesia yang saya pelajar dahulu ada sebuah majas yang menunjukkan sebagian untuk semua, Totem Pro Parte. Dimana yang tadinya cuma sedikit saja yang melakukan dianggap jadi seolah-olah semuanya melakukan. Mungkin ini pula yang kemudian menjadikan setiap orang yang berprofesi PNS langsung dicap ga baik, pemalas, dan selalu meng"uang"kan segala sesuatu. Tapi ingatlah teman, akan selalu ada oknum di setiap profesi yang menjadikan profesi tersebut tercoreng moreng citranya. Karena disadari atau tidak sebetulnya jika orang yang berprofesi PNS ini menyadari betul betapa beratnya amanah yang ia tanggung, ga bakal tuh ada yang namanya korupsi, malas kerja, bolos dan UUD (ujung-ujungnya duit). Karena saat mereka dilantik mereka disumpah dan tidak tanggung-tanggung ketika jabatannya sudah sangat strategis pakai kitab suci masing-masing.

Mau tahu kenapa dulu begitu santernya kata Oemar Bakri melekat di wajah guru PNS, karena dulu PNS guru begitu miskin sampai dahulu kala profesi pegawai negeri yang satu ini kurang peminatnya. Tapi ya sekali lagi mari kita kembalikan lagi pada hati nurani masing-masing yang punya profesi. Jika ia amanah tentu saja ga bakalan ada kaidah untung rugi dalam menjalankan tugasnya. Tak ada kata Lelah, semua tergantikan dengan Lillah.

*Di hari minggu, belakang meja kantorku :')

Senin, 18 Agustus 2014

Universitas Terbuka

Padu Padan Teknologi, Keterbukaan dan Pengawasan
"...niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman diantaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat..." (Q.S. Al Mujadalah : 11)

Lanjut kuliah atau bekerja dulu ya? Itulah pertanyaan mainstream  yang kerap melekat di benak para calon lulusan sekolah menengah atas. Kegalauan yang merebak dimana-mana kala ujian nasional berakhir dan pengumuman kelulusan tinggal menghitung jari. Tidak seperti lulusan dari sekolah menengah kejuruan yang sedari awal memang disiapkan secara mental untuk bekerja setelah lulus. Umumnya lulusan SMA banyak yang melanjutkan kuliah baik yang murni dan sesuai dengan pilihannya maupun yang asal masuk dan ketampung biar tidak disangka pengangguran. Tapi tahukah kalau ternyata pengangguran terbuka di Indonesia ini masih cukup tinggi? 

Menurut data dari BPS, di tahun 2012 angka pengangguran terbuka untuk usia produktif 15-24 tahun saja sebesar  15,24 naik 0,8 dari tahun 2011 yang hanya sebesar 14,40. Di usia ini, seharusnya generasi muda melanjutkan pendidikannya ke tingkat atas. Baik dengan kuliah maupun kursus yang setidaknya akan memberikan nilai tambah ketrampilan sehingga menunjang kemampuannya untuk mendapatkan pekerjaan di masa depan. Tapi, lagi-lagi jika kita berbicara mengenai pendidikan di negeri ini, tidak akan terlepas dari kendala yang senantiasa hadir dan menjadi penghalang pemerataan pendidikan di negara tercinta ini. Mulai dari akses, biaya termasuk dilema untuk membantu keluarga dengan bekerja. Apalagi di pelosok daerah yang notabene jauh dari pantauan pusat. Jangankan untuk niat melanjutkan ke pendidikan tinggi seperti kuliah. Untuk wajib belajar saja mungkin masih banyak yang terkatung-katung dan masa bodoh, toh pada akhirnya mencari uang adalah tujuan utama untuk bertahan hidup.

Terlepas dari masih belum sempurnanya wajar (wajib belajar) di beberapa titik di daerah dan pilihan bekerja setelah lulus SMA, keinginan melanjutkan ke perguruan tinggi juga terhambat dengan ketidakflexibelan jam belajar yang mungkin harus mengorbankan jam seseorang untuk mencari penghasilan. Semakin seseorang berkutat dengan pekerjaan semakin sulit ia dalam membagi badan di dua tempat jika harus belajar dan kuliah secara reguler. Kuliah sabtu minggu untuk karyawan pun tidak selalu menjadi solusi efektif untuk mendapatkan tambahan ilmu pengetahuan. Alih-alih mendapat pengetahuan baru, tujuan seseorang melanjutkan kuliah pun mungkin tidak lebih dari sekedar menambah titel di nama mereka agar mendapatkan kenaikan gaji atau pangkat. Belum lagi untuk para pencari ilmu yang sudah kena deadline, malot (mahasiswa kolot) yang usianya jauh di atas usia mahasiswa yang seharusnya ada dalam satu angkatan.

Baiklah, mari kesampingkan semua kemungkinan motif yang hadir bagi seseorang dalam melanjutkan pendidikannya. Intinya tetap saja seseorang yang sungguh-sungguh dan mau untuk belajar pastinya akan berbeda dengan orang yang masih stagnan di tempat yang sama. Karena kesuksesan itu dirintis dengan karakter dan karakter itu dibentuk dengan pendidikan. 

Nah, merujuk dari berbagai hal itulah dicarilah sebuah solusi cerdas yang juga memihak para pencari ilmu yang sedang kesulitan membagi badan di dua tempat dan tidak mau atau tidak bisa meninggalkan pekerjaannya. Dibentuknya Universitas Terbuka (UT) pada tanggal 4 September 1984, memberikan angin segar bagi para pencari ilmu. Karena baik yang di pelosok daerah, sibuk ataupun usianya sudah tidak memenuhi syarat lagi jika harus kuliah di tempat reguler semua bisa dilakukan di UT.
       sumber: simply-sunday.blogspot.com
       Gambar dalam bentuk 3D bisa dilihat di http://www.ut.ac.id/unit/3d/ (untuk yang sudah terinstall Google Earth plug-in). 

Universitas Terbuka (UT) dan Teknologi

Universitas Terbuka ini dulu lebih dikenal dengan sebutan kuliah jarak jauh. Kepeloporan kuliah ini sebetulnya bukan hal baru lagi di bidang pendidikan. Awal dari kuliah jarak jauh ini sudah ada sejak seratus tahun yang lalu di Eropa dalam bentuk korespondensi (http://www.westga.edu/~distance/ojdla/fall53/valentine53.html). Seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan teknologi, pendidikan pun mengalami penyesuaian agar bisa mengiringi kemajuannya dan memanfaatkan teknologi sebagai salah satu alat penyampaiannya. Jika di kuliah reguler, mahasiswanya datang dan bertatap muka setiap saat dan kelihatan statusnya sebagai mahasiswa, maka di UT bisa dikatakan mahasiswanya antara ada dan tiada. Dosennya pun tidak berdiri di depan kelas setiap saat. Awalnya sangat ganjil memang, namun sangat flexibel. Kita tidak akan pusing tujuh keliling dengan jam kelas dan pakaian yang harus dikenakan (umumnya wanita sangat concern sama penampilan). Tambah lagi biaya irit, karena ongkos pulang pergi kuliah hampir no cost alias ga ada biaya. Semua bahan ajar terbagi dua jenis : diberikan dalam bentuk softcopy yang dikirim via web maupun email pribadi ada juga yang berupa modul. Contohnya bisa dilihat di salah satu koleksi pustaka ut http://www.pustaka.ut.ac.id/dev25/ebook/283/283.html.

Saya sendiri sesungguhnya sangat menyayangkan keputusan saya berhenti dari UT waktu itu karena ingin fokus di seleksi ikatan dinas. Namun ya, setidaknya saat ini saya masih menomorsatukan UT dibandingkan harus main masuk kuliah saja walaupun swasta. Tahukah kalau kita mengajukan lamaran beasiswa ke luar negeri, UT lebih diunggulkan dibanding universitas swasta? Karena di luar negeri,  UT dianggap mampu mencetak orang yang berkomitmen tinggi dengan disiplin yang mumpuni untuk menghandle semua jadwal SKS yang harus diselesaikan disela-sela rutinitas pekerjaan mereka. Plus output lulusan UT ini tidak jauh berbeda dan mungkin lebih unggul dibandingkan yang kuliah reguler. Bahkan di tahun 2012 sebanyak 1628 orang sarjana lulusan UT Surabaya bahkan lulus dan ijazahnya bisa digunakan dalam sertifikasi guru (http://www.tribunnews.com/regional/2012/09/12/1.628-sarjana-ut-terima-ijazah-langsung-untuk-sertifikasi).

Kemudahan yang diberikan UT juga terlihat dari tidak perlunya mahasiswa antri di depan bagian administrasi akademik demi hanya untuk mengurusi kontrak SKS. Cukup dengan login, klik dan kontrak semua permasalah mulai dari administrasi, kontrak, nilai dan tugas langsung selesai.
Untuk lebih lanjut tentang UT, visi misi maupun cara pembelajaran bisa dilhat di www.ut.ac.id.

Masalah dalam Universitas Terbuka
Disamping banyaknya keuntungan yang ada dengan hadirnya UT, terdapat beberapa hal yang menjadi unek-unek untuk diselesaikan. yaitu:

1. Kemampuan Melek Internet

Tidak dapat dipungkiri, melek huruf, melek statistik dan melek internet masih menjadi PR besar di negara ini. Kecanggihan teknologi yang ada saat ini rupanya tidak dibarengi dengan pemerataan kemampuan untuk melek teknologi. Masih banyak orang yang asing dengan komputer, apalagi para mahasiswa "senior" yang mungkin  di zaman mereka muda dulu bahkan kalkulator masih sebesar tempat pensil. Malah yang lebih buruk kadangkala internet masih disalahgunakan sebagai ajang plagiat. Kemudahan dengan adanya bahan ajar ebook membuat mahasiswanya malas mencatat dan mengandalkan copy paste untuk merampungkan tugasnya. Sehingga saat pengumpulan tugas seperti artikel maupun sejenisnya, akan banyak pekerjaan untuk meneliti apakah tulisan tersebut betul-betul ditulis dengan kemampuan sendiri atau bukan.

2. Masih Menjamurnya Joki

Joki alias orang bayaran kala ujian ternyata kerap ditemukan sewaktu ujian berlangsung di daerah. Kelas jarak jauh yang membuat lokasi ujian pun jauh dari pantauan UT pusat. Jumlah pengawas pusat yang diutus dalam jumlah terbatas dan kelihaian penyelenggara daerah dalam ujian menjadi sebuah tantangan tersendiri agar ada pengawasan yang lebih ketat sehingga kualitas hasil ujian komperhensif memang valid, jujur dan bersih.

3. Ikatan antara Mahasiswa dan Dosen

Kedudukan dosen yang sudah berubah di mata mahasiswa begitu pula sebaliknya harus menjadi catatan penting, karena di saat tatap muka sudah tidak pernah dilakukan, dosen tak akan pernah tahu sejauh mana proses mengajarnya terserap dengan baik oleh para mahasiswanya. Begitu juga para mahasiswa, dia tidak akan pernah merasa diperhatikan oleh dosennya sejauh nilai keluar dan baik-baik saja. Sejauh ini masih sedikit mahasiswa yang memutuskan untuk mengambil tutorial dengan tatap muka bersama dosen. Nilai belajar mengajar pun bergeser sedikit demi sedikit.

Banyak hal memang yang masih menjadi tantangan dalam terselenggaranya kegiatan perkuliahan Universitas Terbuka (UT) yang sukses mencetak generasi unggul yang bertambah mulia derajatnya karena mencari ilmu bukan hanya gelar. Tentu saja kerja sama yang baik antara penyelenggara (UT), dosen dan mahasiswa sangat dibutuhkan. Harapan itu ada dan perbaikan itu niscaya. Tinggal memulainya sedikit demi sedikit dari sekarang. Overall, Universitas Terbuka tetap menjadi yang terbaik dalam memberikan solusi bagi orang mau tapi tidak mampu dari segi waktu, biaya dan usia. Terakhir, selamat ulang tahun yang ke-30 bagi Universitas Terbuka (UT) semoga tetap jaya !



"Tulisan in dibuat untuk mengikuti lomba blog dari Universitas Terbuka dalam rangka memperingati HUT Universitas Terbuka ke-30. Tulisan ini adalah karya saya sendiri dan bukan merupakan jiplakan"





Tujuh Belas Agustus dan Demokrasi

Hari ini  adalah pelatihan pertama setelah idul fitri terlewati. Sepanjang jalan menuju tempat pelatihan saya di Hotel Abadi Wing, Jambi, ramai dengan orang yang pawai. Ooh ya ya...pantas karena hari ini adalah hari peringatan kemerdekaan Republik Indonesia, walaupun sudah kelang sehari. Saya antusias sekali dengan banyaknya umbul-umbul dan bendera merah putih yang terpajang hampir di sepanjang jalan. Negara ini bersukacita tentu saja, tidak murah harga yang harus dibayar untuk sebuah kemerdekaan, demi tegaknya sebuah kedaulatan yang dirintis oleh para pahlawan yang terkenang dan tercatat maupun yang terlupakan. Perjalanan panjang dengan mengikuti masa pemerintahan yang berganti berkali-kali menggoreskan catatan-catatan baik dan buruk. Termasuk dalam memahami demokrasi secara utuh.

Dari dan untuk rakyat, itulah demokrasi. Pengertian yang didapatkan ketika duduk di bangku menengah pertama persis di mata pelajaran kewarganegaraan. Setiap kali itu pula pengertian ini yang saya centang ketika ada pertanyaan di lembar ujian mengenai demokrasi. Dan seiring dengan waktu, ternyata teori ini mungkin teori sempurna yang banyak tersandung-sandung di dunia nyata. Ops...saya bukan ahli politik, hanya seorang warga yang senang sekali melihat antusias warga lainnya dalam memberikan sumbangsih yang baik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Hanya sedikit dari sekian banyak pendengar dan penyimak yang handal dari berita yang berseliweran di televisi dengan awamnya kemampuan menyaring mana yang benar-benar berita terpercaya. Sekali lagi saya hanyalah seorang warga yang sangat ingin negaranya dijalankan oleh orang-orang yang baik dan bersih. Yang murni akan menjalankan amanat yang diembannya untuk kesejahteraan warga.

Dan untuk kesekian kalinya, saya bukanlah politisi atau pengamat politik. Hanya seorang warga yang senantiasa berdo'a semoga tangan-tangan yang tidak terlihat itu membantu orang yang benar-benar mampu membawa negeri ini menjadi lebih baik. Yang tidak akan menghilangkan harapan dan memupuskan kepercayaan.

*Di depan televisi sambil melihat berita tentang demokrasi negeri ini

Kamis, 14 Agustus 2014

Throwback Masa ST2013...

Akhirnya tulisan pertama saya di tahun 2014 terlaksana juga :). Hampa rasanya setelah sekian lama ga bisa ngutrak ngutrik keyboard untuk sekedar cuap-cuap bercerita. Apalagi tahu-tahu sudah tahun 2014 saja. Banyak pengalaman bergulir, pemandangan yang tak terekam, unek-unek yang terlupakan. Tentu saja, menuliskan unek-unek bukanlah hal yang menjadi tujuan saya menulis di blog. Apalagi di suasana hari yang hujan 'bablas' nan gelap ini, saya jadi melankolis dan mulai bernostalgia.

Terakhir saya nulis adalah tentang kegiatan besar yang lagi dilaksanakan di kantor BPS alias Badan Pusat Statistik, ST2013 ( Sensus Pertanian 2013). Kegiatan besar yang adanya sepuluh tahun sekali dan digelar hanya saat tahunnya berakhiran 3 saja. Kegiatan ST2013 ini masih adik kakak sama kegiatan besar BPS yang lain seperti Sensus Penduduk dan Sensus Ekonomi.

 Banyak juga sebenarnya orang yang belum faham tentang statistik. Biasanya tiap saya sedang mencacah dulu orang-orang hanya tahu pegawai statistik sebagai pegawai sensus. Agak geli sih...tapi memang kegiatan kami tidak jauh-jauh dari yang namanya sensus dan survei plus analisis2 di dalamnya. Nah di ST2013 ini sebetulnya banyak banget suka duka yang dialami. Mulai dari pengalaman pertama saya yang luar biasa menguras otak karena yang tadinya disiapkan di teknis tiba-tiba harus mau bantuin bikin semua keperluan nonteknis. Olalala...mana bisa cakap dalam satu jam saja. Sampai pengalaman ngajar di hadapan banyak orang dengan berbagai usia dan pendidikan. Sebetulnya memang pekerjaan itu tidak ada yang memberatkan sejauh kita menyukai pekerjaan itu. Tapi booo....falsafah ini masih kuarng maknyus dalam lubuk hati saya yang terbilang masih ijo lumut di bidang pekerjaan. Nyatanya, saya pasti nangis bombay sambil kejang-kejang kalau kejadiannya kayak salah satu pegawai mitra yang kebetulan bertugas di daerah yang menurut saya super duper fantastis dan bombastis ancur lebur kayak bubur....jalannya.


Biasanya saya ga habis pikir kok bisa masih ada orang yang mau tinggal di daerah yang infrastrukturnya jelek begitu, kok yang berwenang ngurusin jalan ga turun2, kok ya didiemin saja sih jalannya rusak, gimana kalau ada ibu hamil mau melahirkan di waktu yang tak terduga? Dan banyak pertanyaan lain yang rupanya belum sampai di logika saya kalau berkaitan dengan yang namanya proyek dan anggaran.

Dan ketika saya sudah berada di ruang tahun 2014...saya baru nyadar betapa waktu itu singkat sekali berjalannya. Baru kemarin tahun baru, Idul Fitri eh sudah ketemu lagi tahun baru dan idul fitri dddaaannn sekarang sudah nangkring di Agustus. Wow dan haloooo sudah sampai dimana perjalananmu???

Aniway, saya bukan orang yang suka merepotkan diri dengan mengkhawatirkan sesuatu yang belum jelas wujudnya. Jadi, nikmatin apa yang ada dan jalani sebaik mungkin.

Minggu, 02 Juni 2013

Sensus Pertanian 2013 (ST2013)

Hi reader....akhirnya daku kembali setelah sekian lama ga mengurus blog imut ini. Huh...banyak hal yang terlewat tanpa direkam dalama  tulisan. Terutama kegiatan yang sebulan ini aku ikuti. Sensus Pertanian 2013 (ST2013). Want to know about it?

Jadi, ceritanya instansi pemerintah yang mengadakan ini tuh adalah BPS (Badan Pusat Statistik). Badan yang kesehariannya tuh ga jauh-jauh dari angka dan analisis. Maklum, namanya juga statistik. Kegiatan yang instansi ini punya juga beragam dan tiga diantaranya adalah kegiatan besar yaitu sensus. Sensus besar tuh ada 3 macam : 1. Sensus Penduduk (tiap tahun yang berakhiran 0) ; 2. Sensus Pertanian (tiap tahun yang berakhiran 3) ; 3. Sensus Ekonomi (tiap tahun yang berakhiran 6).

Nah, berhubung tahun ini 2013, makanya sensus yang diadakan itu ya Sensus Pertanian 2013 (ST2013). Kegiatan ini untuk mendata ruta tani dan komoditas pertanian yang diusahakan. Sebenarnya udah agak basi sih bahas kegiatan ini. Berhubung waktunya kan udah selesai. Karena kegiatan ini diadakan dari tanggal 1 - 31 Mei 2013. Tapi, tak apalah karena selesai di sini bukan berarti selesai semuanya. Masih ada tahapan kegiatan lanjutan, mulai dari penerimaan dokumen hasil sensus dari petugas (Receiving Batching), Editing Coding, dan Pengolahan data (Entry). 


 Rasanya Nyacah?
Hm...nano nano, karena ga semua responden percaya sama data dan manfaatnya, bahkan ada yang takut kalau data ini disalahgunakan untuk naikin pajak. Beud.....tapi semua itu bukan halangan, bahkan kalau perlu jalanan yang sedemikian jauh, jelek dan terpencil bakalan kami datangin.

Dan sepatu pun ikut kelaparan saking jauh dan jeleknya :'(

Woah pokonya seru kalo sudah di lapangan, peluh bercucuran atau sepatu kelaperan ga jadi masalah...karena data itu berharga banget. Hm...semoga semakin banyak yang menyadari pentingnya data ini jadi ga ada lagi yang namanya kebijakan yang salah sasaran. Karena yang ditanya menjawab dengan sejujur-jujurnya. Pokoknya sensus ini semoga berhasil, untuk masa depan petani yang lebih baik. Hidup ST2013 ! ^^

Selasa, 19 Maret 2013

A Little Thing Called..Happy

I am sure i need a rest, far far away from that noise, that traffic....but at last i still miss it as my precious, my little thing called..HAPPY

Ada waktu dimana segala ingar menyisih dan harus tersisih, Kelelahan kota besar yang menggumpal dan terjalin dalam pekatnya udara. Segala kemudi dan rentetan klakson yang berderet saat antrian mobil di sepanjang jalan utama tak mampu berjalan walau hanya segaris jejak roda. Semua itu, kawan, melelahkan, namun mengingatnya menyenangkan.

Segala kepenatan itu satu hari akan mampir dalam bentuk kerinduan. Mungkin karena terlalu lama dirahimi oleh kesunyian. Aku bukan pecinta keramaian, namun bukan pula pemuja kesenyapan. Aku akan menyisih saat keramaian terlalu menyeruak. Dan kembali saat kesenyapan sangat berkuasa.

Dan kata bahagia itu, kawan. Sangatlah sederhana. Dimulai dari kata aku, bertemu dan menemukan. Berakhir dalam sebuah senyuman dan kelapangan.

Aku bertemu seorang sahabat dari masa lalu
Aku menemukan album kenangan
Aku menemukan barang yang hilang
Aku bertemu keluarga
Aku bertemu ketenangan
Aku bertemu kenangan
Aku menemukan iman
Aku dan segala temuannya yang membuatku senang tak kepalang

Dan kini aku senang karena akan bertemu dengan sebuah barang bernama TV. Memalukan memang, namun itu salah satu peninggalan yang ingarnya kadang membuat muak tak tertahan, namun sekian lama menjauh darinya serasa diasingkan, karena aku tak tahu apa yang terjadi di bagian daerah lain, ada apa, mengapa, kapan peristiwa terjadi, dll.

Semakin senyap semakin rindu keingaran, namun alah bisa karena biasa kan...
Hanya butuh sedikit kesabaran saat langkah sedang memulai jejak
Dari tiada menjadi ada

Minggu, 10 Maret 2013

Alhamdulillah lolos juga di event tulisan

Mau sombong dikit ceritanya nih hihihi...setelah lama menunggu, akhirnya ketika buka inbox fb sore ini ada yang nangkring kring dan bikin senyum lebar sepanjang 10 cm. Alhamdulillah, event lomba menulis yang diadakan oleh Ilmi Publisher lolos juga ke tahap 30 terbaik dan dapat e-sertifikat. Jadi makin menggebu-gebu lagi menulis. Nih kayak ini bentuk e-sertifikatnyanya....





What if I Were Him ??


Sebuah review film Cast Away
Survive or die, but for what?
Akhir pekan merupakan acara bersih-bersih dan bongkar2, termasuk bongkar semua isi file film yang ada di laptop. Ternyata aksi nimbun film sejak kuliah bermanfaat juga. Terutama ketika berada dalam suasana yang jauh dari kata ramai dan 'nganggur'. Jadi, setelah melakukan seleksi selama bermenit-menit, jatuhlah pilihan saya sama satu film yang judunya "CAST AWAY". Dari penampakan awalnya sih ni film kelihatan jadul, tapi penasaran juga cz setelah saya percepat ada beberapa adegan yang mengundang rasa ingin tahu. Jangan suudzon dulu ya...Mari lanjutkan saja...


Awalnya semua terasa membosankan (apalagi saat bawa-bawa nama jasa antar barang F*dE*, dimana si tokoh utama itu bekerja jadi penanggung jawab). Namun, dalam perjalanannya semua sirna! Pasalnya si tokoh utama, Tom Hanks, mengalami kejadian yang sangat di luar dugaan. Saat pesawat pengantar barang yang ditumpanginya itu jatuh dan hanya dia yang tersisa sendirian, hidup-hidup!. Dari sinilah semua perjuangannya dimulai. Perjuangan melawan ketakutannya, kesendiriannya di pulau tak berpenghuni dan perjuangan untuk tetap hidup dengan fasilitas tanpa fasilitas. Benar-benar kembali ke zaman batu !

Saya yakin, film ini sudah banyak yang mereview. Tapi ga salah kan kalau sedikit2 saya juga ikut berkontribusi dalam memberi jempol buat film ini, hehe...malu juga sih film bagus ini baru sempat ditonton sekarang, ckckck...saya terlena sama tontonan larva sih :p

ok, back to the story, ceritanya sih ga terlalu menggebu-gebu dan bergejolak, tapi satu hal yang membuat mata saya lumayan berair, " apa yang bisa saya lakukan ketika posisi saya seperti orang itu? Mampukah bertahan? Marah sudah pasti, sabar tinggal nunggu implementasi, tawakkal jangan ditanya, tapi ikhtiar?" Hm...hm...saya kira semua konsep sabar dan tawakkal yang tidak dibarengi keteguhan ikhtiar seperti tokoh Chuck dalam film ini pun akan rapuh dalam hitungan masa. Apalagi dalam cerita ini, tokoh utama harus nunggu 4 tahun hingga akhirnya dia bisa kembali lagi berada dalam lingkungan yang hidup, bertemu dengan orang-orang yang ia kenal dan ia cintai. Dan satu hal lagi, dari sekian banyak pesan moral dalam film ini, terselip sifat amanah yang luarrrr biasa :D *Tanpa bawa-bawa nama jasa pengirimannya ya...Soalnya tuh paket baru dibuka saat ia benar2 membutuhkan, sebelumnya ia tetap amanah sama paketan barang yang jadi tanggung jawabnya. Dan di akhir cerita pun masih ada satu paket yang ia tetap antarkan sampai ke rumah si penerima.


Pfiuh...saya ga ragu lagi kasih dua jempol untuk film ini *versi saya, setelah pride and prejudice tentunya (kalo yang ini ceritanya manis ^^). Last but not least, di akhir film masih ada satu pertanyaan sih yang tersisa. Sebenarnya isi paket yang masih tersisa itu apa ya? Ah, saya imajinasikan sendiri saja kali ya hahaha...


Jambi, 10 Maret 2013

In a very quiet place