Gajian Saya Lebih dari Satu Kali !

Selasa, 19 Maret 2013

A Little Thing Called..Happy

I am sure i need a rest, far far away from that noise, that traffic....but at last i still miss it as my precious, my little thing called..HAPPY

Ada waktu dimana segala ingar menyisih dan harus tersisih, Kelelahan kota besar yang menggumpal dan terjalin dalam pekatnya udara. Segala kemudi dan rentetan klakson yang berderet saat antrian mobil di sepanjang jalan utama tak mampu berjalan walau hanya segaris jejak roda. Semua itu, kawan, melelahkan, namun mengingatnya menyenangkan.

Segala kepenatan itu satu hari akan mampir dalam bentuk kerinduan. Mungkin karena terlalu lama dirahimi oleh kesunyian. Aku bukan pecinta keramaian, namun bukan pula pemuja kesenyapan. Aku akan menyisih saat keramaian terlalu menyeruak. Dan kembali saat kesenyapan sangat berkuasa.

Dan kata bahagia itu, kawan. Sangatlah sederhana. Dimulai dari kata aku, bertemu dan menemukan. Berakhir dalam sebuah senyuman dan kelapangan.

Aku bertemu seorang sahabat dari masa lalu
Aku menemukan album kenangan
Aku menemukan barang yang hilang
Aku bertemu keluarga
Aku bertemu ketenangan
Aku bertemu kenangan
Aku menemukan iman
Aku dan segala temuannya yang membuatku senang tak kepalang

Dan kini aku senang karena akan bertemu dengan sebuah barang bernama TV. Memalukan memang, namun itu salah satu peninggalan yang ingarnya kadang membuat muak tak tertahan, namun sekian lama menjauh darinya serasa diasingkan, karena aku tak tahu apa yang terjadi di bagian daerah lain, ada apa, mengapa, kapan peristiwa terjadi, dll.

Semakin senyap semakin rindu keingaran, namun alah bisa karena biasa kan...
Hanya butuh sedikit kesabaran saat langkah sedang memulai jejak
Dari tiada menjadi ada

Minggu, 10 Maret 2013

Alhamdulillah lolos juga di event tulisan

Mau sombong dikit ceritanya nih hihihi...setelah lama menunggu, akhirnya ketika buka inbox fb sore ini ada yang nangkring kring dan bikin senyum lebar sepanjang 10 cm. Alhamdulillah, event lomba menulis yang diadakan oleh Ilmi Publisher lolos juga ke tahap 30 terbaik dan dapat e-sertifikat. Jadi makin menggebu-gebu lagi menulis. Nih kayak ini bentuk e-sertifikatnyanya....





What if I Were Him ??


Sebuah review film Cast Away
Survive or die, but for what?
Akhir pekan merupakan acara bersih-bersih dan bongkar2, termasuk bongkar semua isi file film yang ada di laptop. Ternyata aksi nimbun film sejak kuliah bermanfaat juga. Terutama ketika berada dalam suasana yang jauh dari kata ramai dan 'nganggur'. Jadi, setelah melakukan seleksi selama bermenit-menit, jatuhlah pilihan saya sama satu film yang judunya "CAST AWAY". Dari penampakan awalnya sih ni film kelihatan jadul, tapi penasaran juga cz setelah saya percepat ada beberapa adegan yang mengundang rasa ingin tahu. Jangan suudzon dulu ya...Mari lanjutkan saja...


Awalnya semua terasa membosankan (apalagi saat bawa-bawa nama jasa antar barang F*dE*, dimana si tokoh utama itu bekerja jadi penanggung jawab). Namun, dalam perjalanannya semua sirna! Pasalnya si tokoh utama, Tom Hanks, mengalami kejadian yang sangat di luar dugaan. Saat pesawat pengantar barang yang ditumpanginya itu jatuh dan hanya dia yang tersisa sendirian, hidup-hidup!. Dari sinilah semua perjuangannya dimulai. Perjuangan melawan ketakutannya, kesendiriannya di pulau tak berpenghuni dan perjuangan untuk tetap hidup dengan fasilitas tanpa fasilitas. Benar-benar kembali ke zaman batu !

Saya yakin, film ini sudah banyak yang mereview. Tapi ga salah kan kalau sedikit2 saya juga ikut berkontribusi dalam memberi jempol buat film ini, hehe...malu juga sih film bagus ini baru sempat ditonton sekarang, ckckck...saya terlena sama tontonan larva sih :p

ok, back to the story, ceritanya sih ga terlalu menggebu-gebu dan bergejolak, tapi satu hal yang membuat mata saya lumayan berair, " apa yang bisa saya lakukan ketika posisi saya seperti orang itu? Mampukah bertahan? Marah sudah pasti, sabar tinggal nunggu implementasi, tawakkal jangan ditanya, tapi ikhtiar?" Hm...hm...saya kira semua konsep sabar dan tawakkal yang tidak dibarengi keteguhan ikhtiar seperti tokoh Chuck dalam film ini pun akan rapuh dalam hitungan masa. Apalagi dalam cerita ini, tokoh utama harus nunggu 4 tahun hingga akhirnya dia bisa kembali lagi berada dalam lingkungan yang hidup, bertemu dengan orang-orang yang ia kenal dan ia cintai. Dan satu hal lagi, dari sekian banyak pesan moral dalam film ini, terselip sifat amanah yang luarrrr biasa :D *Tanpa bawa-bawa nama jasa pengirimannya ya...Soalnya tuh paket baru dibuka saat ia benar2 membutuhkan, sebelumnya ia tetap amanah sama paketan barang yang jadi tanggung jawabnya. Dan di akhir cerita pun masih ada satu paket yang ia tetap antarkan sampai ke rumah si penerima.


Pfiuh...saya ga ragu lagi kasih dua jempol untuk film ini *versi saya, setelah pride and prejudice tentunya (kalo yang ini ceritanya manis ^^). Last but not least, di akhir film masih ada satu pertanyaan sih yang tersisa. Sebenarnya isi paket yang masih tersisa itu apa ya? Ah, saya imajinasikan sendiri saja kali ya hahaha...


Jambi, 10 Maret 2013

In a very quiet place