Gajian Saya Lebih dari Satu Kali !

Minggu, 02 Juni 2013

Sensus Pertanian 2013 (ST2013)

Hi reader....akhirnya daku kembali setelah sekian lama ga mengurus blog imut ini. Huh...banyak hal yang terlewat tanpa direkam dalama  tulisan. Terutama kegiatan yang sebulan ini aku ikuti. Sensus Pertanian 2013 (ST2013). Want to know about it?

Jadi, ceritanya instansi pemerintah yang mengadakan ini tuh adalah BPS (Badan Pusat Statistik). Badan yang kesehariannya tuh ga jauh-jauh dari angka dan analisis. Maklum, namanya juga statistik. Kegiatan yang instansi ini punya juga beragam dan tiga diantaranya adalah kegiatan besar yaitu sensus. Sensus besar tuh ada 3 macam : 1. Sensus Penduduk (tiap tahun yang berakhiran 0) ; 2. Sensus Pertanian (tiap tahun yang berakhiran 3) ; 3. Sensus Ekonomi (tiap tahun yang berakhiran 6).

Nah, berhubung tahun ini 2013, makanya sensus yang diadakan itu ya Sensus Pertanian 2013 (ST2013). Kegiatan ini untuk mendata ruta tani dan komoditas pertanian yang diusahakan. Sebenarnya udah agak basi sih bahas kegiatan ini. Berhubung waktunya kan udah selesai. Karena kegiatan ini diadakan dari tanggal 1 - 31 Mei 2013. Tapi, tak apalah karena selesai di sini bukan berarti selesai semuanya. Masih ada tahapan kegiatan lanjutan, mulai dari penerimaan dokumen hasil sensus dari petugas (Receiving Batching), Editing Coding, dan Pengolahan data (Entry). 


 Rasanya Nyacah?
Hm...nano nano, karena ga semua responden percaya sama data dan manfaatnya, bahkan ada yang takut kalau data ini disalahgunakan untuk naikin pajak. Beud.....tapi semua itu bukan halangan, bahkan kalau perlu jalanan yang sedemikian jauh, jelek dan terpencil bakalan kami datangin.

Dan sepatu pun ikut kelaparan saking jauh dan jeleknya :'(

Woah pokonya seru kalo sudah di lapangan, peluh bercucuran atau sepatu kelaperan ga jadi masalah...karena data itu berharga banget. Hm...semoga semakin banyak yang menyadari pentingnya data ini jadi ga ada lagi yang namanya kebijakan yang salah sasaran. Karena yang ditanya menjawab dengan sejujur-jujurnya. Pokoknya sensus ini semoga berhasil, untuk masa depan petani yang lebih baik. Hidup ST2013 ! ^^

Selasa, 19 Maret 2013

A Little Thing Called..Happy

I am sure i need a rest, far far away from that noise, that traffic....but at last i still miss it as my precious, my little thing called..HAPPY

Ada waktu dimana segala ingar menyisih dan harus tersisih, Kelelahan kota besar yang menggumpal dan terjalin dalam pekatnya udara. Segala kemudi dan rentetan klakson yang berderet saat antrian mobil di sepanjang jalan utama tak mampu berjalan walau hanya segaris jejak roda. Semua itu, kawan, melelahkan, namun mengingatnya menyenangkan.

Segala kepenatan itu satu hari akan mampir dalam bentuk kerinduan. Mungkin karena terlalu lama dirahimi oleh kesunyian. Aku bukan pecinta keramaian, namun bukan pula pemuja kesenyapan. Aku akan menyisih saat keramaian terlalu menyeruak. Dan kembali saat kesenyapan sangat berkuasa.

Dan kata bahagia itu, kawan. Sangatlah sederhana. Dimulai dari kata aku, bertemu dan menemukan. Berakhir dalam sebuah senyuman dan kelapangan.

Aku bertemu seorang sahabat dari masa lalu
Aku menemukan album kenangan
Aku menemukan barang yang hilang
Aku bertemu keluarga
Aku bertemu ketenangan
Aku bertemu kenangan
Aku menemukan iman
Aku dan segala temuannya yang membuatku senang tak kepalang

Dan kini aku senang karena akan bertemu dengan sebuah barang bernama TV. Memalukan memang, namun itu salah satu peninggalan yang ingarnya kadang membuat muak tak tertahan, namun sekian lama menjauh darinya serasa diasingkan, karena aku tak tahu apa yang terjadi di bagian daerah lain, ada apa, mengapa, kapan peristiwa terjadi, dll.

Semakin senyap semakin rindu keingaran, namun alah bisa karena biasa kan...
Hanya butuh sedikit kesabaran saat langkah sedang memulai jejak
Dari tiada menjadi ada

Minggu, 10 Maret 2013

Alhamdulillah lolos juga di event tulisan

Mau sombong dikit ceritanya nih hihihi...setelah lama menunggu, akhirnya ketika buka inbox fb sore ini ada yang nangkring kring dan bikin senyum lebar sepanjang 10 cm. Alhamdulillah, event lomba menulis yang diadakan oleh Ilmi Publisher lolos juga ke tahap 30 terbaik dan dapat e-sertifikat. Jadi makin menggebu-gebu lagi menulis. Nih kayak ini bentuk e-sertifikatnyanya....





What if I Were Him ??


Sebuah review film Cast Away
Survive or die, but for what?
Akhir pekan merupakan acara bersih-bersih dan bongkar2, termasuk bongkar semua isi file film yang ada di laptop. Ternyata aksi nimbun film sejak kuliah bermanfaat juga. Terutama ketika berada dalam suasana yang jauh dari kata ramai dan 'nganggur'. Jadi, setelah melakukan seleksi selama bermenit-menit, jatuhlah pilihan saya sama satu film yang judunya "CAST AWAY". Dari penampakan awalnya sih ni film kelihatan jadul, tapi penasaran juga cz setelah saya percepat ada beberapa adegan yang mengundang rasa ingin tahu. Jangan suudzon dulu ya...Mari lanjutkan saja...


Awalnya semua terasa membosankan (apalagi saat bawa-bawa nama jasa antar barang F*dE*, dimana si tokoh utama itu bekerja jadi penanggung jawab). Namun, dalam perjalanannya semua sirna! Pasalnya si tokoh utama, Tom Hanks, mengalami kejadian yang sangat di luar dugaan. Saat pesawat pengantar barang yang ditumpanginya itu jatuh dan hanya dia yang tersisa sendirian, hidup-hidup!. Dari sinilah semua perjuangannya dimulai. Perjuangan melawan ketakutannya, kesendiriannya di pulau tak berpenghuni dan perjuangan untuk tetap hidup dengan fasilitas tanpa fasilitas. Benar-benar kembali ke zaman batu !

Saya yakin, film ini sudah banyak yang mereview. Tapi ga salah kan kalau sedikit2 saya juga ikut berkontribusi dalam memberi jempol buat film ini, hehe...malu juga sih film bagus ini baru sempat ditonton sekarang, ckckck...saya terlena sama tontonan larva sih :p

ok, back to the story, ceritanya sih ga terlalu menggebu-gebu dan bergejolak, tapi satu hal yang membuat mata saya lumayan berair, " apa yang bisa saya lakukan ketika posisi saya seperti orang itu? Mampukah bertahan? Marah sudah pasti, sabar tinggal nunggu implementasi, tawakkal jangan ditanya, tapi ikhtiar?" Hm...hm...saya kira semua konsep sabar dan tawakkal yang tidak dibarengi keteguhan ikhtiar seperti tokoh Chuck dalam film ini pun akan rapuh dalam hitungan masa. Apalagi dalam cerita ini, tokoh utama harus nunggu 4 tahun hingga akhirnya dia bisa kembali lagi berada dalam lingkungan yang hidup, bertemu dengan orang-orang yang ia kenal dan ia cintai. Dan satu hal lagi, dari sekian banyak pesan moral dalam film ini, terselip sifat amanah yang luarrrr biasa :D *Tanpa bawa-bawa nama jasa pengirimannya ya...Soalnya tuh paket baru dibuka saat ia benar2 membutuhkan, sebelumnya ia tetap amanah sama paketan barang yang jadi tanggung jawabnya. Dan di akhir cerita pun masih ada satu paket yang ia tetap antarkan sampai ke rumah si penerima.


Pfiuh...saya ga ragu lagi kasih dua jempol untuk film ini *versi saya, setelah pride and prejudice tentunya (kalo yang ini ceritanya manis ^^). Last but not least, di akhir film masih ada satu pertanyaan sih yang tersisa. Sebenarnya isi paket yang masih tersisa itu apa ya? Ah, saya imajinasikan sendiri saja kali ya hahaha...


Jambi, 10 Maret 2013

In a very quiet place

Minggu, 06 Januari 2013

Tembesi, Pasangan Elok Ancol Sarolangun

" Nak jalan kemana di Sarolangun?"
"Ancol lah, elok sungai jika sore hari"

Itulah salah satu percakapan yang terkait topik wisata ketika saya mulai mengeksplorasi wilayah Sarolangun, Jambi. Maklum, sebagai orang baru harus banyak nanya, norak2 sedikit tak apalah, daripada nyasar. Betul ga?

Dan tahulah saya bahwa ternyata di Jambi ini banyak sekali tempat wisata eksotis, termasuk cerita-cerita mistisnya, but there's no point to be afraid. Saya kira di semua daerah menyimpan cerita-cerita semacam itu. Saya ga bakalan cerita hal-hal negatif di sini ^^, Indonesia tuh indah banget untuk dilingkupi hal2 semacam itu. Jadi ga bakalan ada yang namanya travelling kalau kita selalu terpaku pada yang namanya legenda lokal, iya toh?

Dan di Tembesi lah mata saya tertumbuk. Oh, sungai inilah yang kelak ketika hujan senantiasa mengguyur, maka beberapa rumah yang ada sepanjang jalan menuju Sarolangun Bangko bisa terendam. Sungguh sungai yang lebar, tak berbatu, cenderung tenang. Sangat khas sungai Sumatera. 

Dan tak ada yang namanya hal istimewa kalau tak disebutkan Ancol. Namun, berbeda dengan Ancol yang Jakarta punya. Ancol di sini ya pastinya tidak ada pantai. Pemandangan di depannya bukanlah lautan, namun Tembesi ini. Inilah salah satu icon kebanggaan masyarakat Sarolangun. Selain itu masih ada Mesjid Kubah Emas, Mesjid Agung Al Falah, dll. 



Hampir setiap hari muda mudi termasuk para orang tua datang ke Ancol untuk menikmati kebersamaan sambil menikmati jajanan yang ada di sana. Terutama ketika hari-hari menjelang sore. Hm, memang dimana-mana yang namanya kumpul-kumpul itu sangat dibutuhkan. Selain sebagai ajang sosialisasi, juga sebagai sarana refreshing setelah seharian beraktivitas yang biasanya monoton. Selain itu, Tembesi juga biasanya dijadikan sebagai ajang untuk perlombaan dayung. Kata narasumber alias teman ngobrol saya yang penduduk situ, biasanya kalau sudah diadakan lomba dayung riuhnya tak alang kepalang. 

Lain waktu saya bakal bahas tentang tempat lainnya...

Kamis, 03 Januari 2013

Yups...Akhirnya Sarolangun juo

Ada penugasan yang membuat saya tidak langsung menetap di salah satu kabupaten pemekaran di Jambi ini. Sarolangun namanya. Dan untuk sampai ke sana saya harus menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam dari kota Jambi. Jangan bandingkan empat jam daerah dan kota besar. Jika di kota besar empat jam itu tak murni, ada lampu merah dan kemacetan menahun yang tak tahu kapan selesainya. Tapi di daerah, hm hm hm...waktu saya lihat speedometer nya saja, saya sudah ngangkat alis. 90 km/jam hahaha....belum lagi jalur berkelok-kelok bak ular lagi goyang dangdut.

Dan sampai juo saya di sana. Kabupaten yang terbilang mempunyai kemajuan yang cukup membanggakan. Dan pertanyaan pertama saat saya sampai di sana adalah "angkot, mana angkot ?"
Ga ada satupun benda beroda empat yang riuh oleh penumpang. Tak ada angkot kawan, yang banyak adalah sepeda motorrrrrrrrr. 

Ya sudahlah mau tak mau untuk beberapa hari ini saya harus nebeng dulu sama atasan haha...pak bos i'm sorry to be a burden.

Tapi jauh dari segala kekhawatiran saya tentang perangkotan itu, saya hanya berharap semua hal yang menyangkut pekerjaan saya membuat saya nyaman. I am wishing for my best ever after forever.....